Meski pelanggan telekomunikasi mendesak BlackBerry untuk memberikan
ganti rugi, namun vendor asal Kanada tersebut tetap bergeming.
Yolanda Nainggolan, Manajer PR BlackBerry Indonesia, menegaskan belum
ada rencana apapun dari BlackBerry terhadap pelanggannya di Indonesia
terkait tumbangnya jaringan Internet pada minggu malam pukul 20:30
sampai Senin pagi pukul 02:00 WIB dan efeknya masih dirasakan beberapa
jam setelah perbaikan jaringan.
BlackBerry memang telah meminta maaf atas gangguan internet yang
terjadi di kawasan Asia Pasifik di hari Minggu kemarin yang telah
berdampak kepada putusnya banyak layanan telekomunikasi dan internet,
terutama BlackBerry Messenger.
"Insiden tersebut berdampak juga kepada layanan BlackBerry di Asia Tenggara," ujar Yolanda.
Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi
meminta BlackBerry memberikan kompensasi yang adil kepada pelanggan.
Hal senada juga diungkapkan Sekjen Indonesia Telecommunication User
Group (IDTUG) Muhammad Jumadi bahwa pelanggan harus mendapatkan ganti
rugi dan kalau tidak, maka regulator seharusnya bisa bersikap tegas
memaksanya.
Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sapto Anggoro bahkan menilai sikap BlackBerry tak jelas.
"Kalau hanya permintaan maaf tidak menjawab pertanyaan masyarakat,
kenapa? bagaimana tanggung jawabnya? Apa upaya teknis, dan sebagainya,"
ketusnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar